Wednesday, December 7, 2011

Cerita dibalik sebuah perubahan...

Suatu sore yang mendung, membuat kebanyakan orang terlena dengan suasana dinginnya hujan.. Hujan deras yang tak kunjung reda... yang setiap tetesnya adalah Rahmat dari-Nya.. tak lupa hati berdo'a اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا Allahumma Shoyyiban Na'fian "Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat"
Sebuah agenda yang seharusnya sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu, kini masih menunggu asa, menanti datangnya hadirin yang diundang, berharap masih ada yang "terpanggil" untuk meneruskan perjuangan ini, melalui sebuah perubahan..
Ya.. Perubahan struktur pengurus...
 Tetes hujan masih tak kunjung berhenti,, padahal jarum jam yang berukuran lebih panjang sudah menujuk ke angka 10, sedangkan yang pendek masih setia berada di angka 5,
hmmm.... sudah hampir satu jam agenda ini diundur...

Sebuah asa yang hampir sirna pun akhirnya muncul, menghapuskan gundah yang tadi menyelimuti hati. Sesosok alumni yang masih memberikan waktunya yang singkat,telah hadir diantara kami.
Diantara jundi-jundi yang baru saja akan menapaki dunia baru, layaknya anak panah yang akan dilepaskan dari busurnya, layaknya anak ayam yang baru menetas, yang baru akan belajar menghadapi sulitnya jalan ini...

Dengan semangat yang masih tersisa, akhirnya agenda ini pun dimulai.. Diawali dengan BASMALAH , kemudian dengan pembacaan kalamullah yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan sebuah tausyiah yang memberikan banyak pelajaran,, khususnya untukku...

Proses pemilihan sang Qiyadah baru pun dimulai... satu per satu nama disebutkan.. dengan dipimpin sang Alumni "perkasa", akhirnya diputuskan 4 orang yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya. Mereka berempat pun kemudian diungsikan keluar. Sedangkan yang di dalam, bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan amanah besar ini.

Mereka yang di dalam mulai berdiskusi mengenai kelebihan dan kelemahan masing-masing kandidat. Tapi entah mengapa aku malah disibukkan dengan pikiranku sendiri. Dari musyawarah itu aku bisa menangkap prediksi bahwa "orang itu" lah yang akan terpilih. Orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Secara kebetulan aku sudah mengetahui tentang "orang itu".

Maka aku pun meng-azzam-kan diri. Jika memang nanti "orang itu" yang akan terpilih, maka aku akan memberikan treatment khusus padanya. Dengan berharap akan terjadi perubahan yang positif darinya dan untuk rumah dakwah yang sedang kudiami ini.
Bismillah...
<<to be continue>>

Thursday, October 20, 2011

Dakwahi saudaramu yang terdekat terlebih dulu

Jangan kau menjadi mercusuar,
yang menyinari tempat jauh, padahal sekitarmu gelap gulita
tapi jadilah lampu taman,
yang dengan adanya dirimu,
sekitarmu menjadi terang benderang

sahabat,
ketika Rasulullah berdakwah dalam tahap kedua, yakni secara terang-terangan,
turun QS Asy-Syu'ara : 214 "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"


maka dakwahi-lah sekitarmu terlebih dahulu, keluarga, sahabat, baru masyarakat luas.
meskipun pada kenyataannya sulit memisahkan atau mengelompokkan dakwah,
tapi janganlah kau terlalu sibuk dengan dakwahmu yang jauh,
sedang yang dekat terabaikan.

Aq tahu semua organisasi dakwah berorientasi pada hal yang sama, tujuan yang sama : Allah SWT,
aq tak kan melarangmu berdakwah dalam ruang lingkup yang lebih besar,
karena itu bukanlah hak ku,
tapi ingatlah sahabat...
jangan sampai orang2 terdekatmu, yang paling sering kau temui,
luput dari perhatianmu...

Wallahu 'alam

Tuesday, May 17, 2011

Hal-hal kecil yang sering dilakukan oleh umat muslim

Ada beberapa hal kecil yang sering dilakukan oleh umat muslim, yang menuju ke arah syirik:
1. Bernazar dan berkurban kepada selain Allah    
Bernazar dan menyembelih adalah salah satu bentuk ibadah yang hanya berhak dipersembahkan kepada Allah dan tidak boleh dipertunjukkan kepada selain Allah; baik kepada malaikat atau kepada para nabi, terlebih-lebih kepada yang selain mereka. maka barang siapa yang bernazar atau menyembelih untuk selain Allah, maka dia telah melakukan perbuatan syirik yang mengeluarkannya dari Islam.
Allah swt berfirman:
"Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS. Al-An'am:163)


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakinya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (An-Nisa:48)


Diriwayatkan dari Thariq bin Syihab bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Ada seorang laki-laki yang masuk surga karena seekor lalat dan adapula seorang masuk neraka karena seekor lalat."
Para sahabat bertanya:
"Ada dua orang laki-laki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala dimana tidak seorang pun yang melewatinya kecuali bila dia berkurban sesuatu untuk berhala itu. Maka mereka berdua berkata kepada salah satu dari mereka bedua, 'Berkurbanlah!' Dia menjawab, 'Aku tidak punya apa-apa untuk dikurbankan.' Lalu mereka berkata kepadanya, 'Berkurbanlah meski hanya seekor lalat.' Maka dia pun mengorbankan seekor lalat dan mereka pun membiarkannya lewat. Maka dia pun masuk neraka. Lalu kaum itu berkata kepada laki-laki satunya: 'Berkurbanlah!' Dia berkata 'Aku tidak akan berkurban sesuatu apa pun kepada selain Allah swt.' Maka mereka lalu menebas batang lehernya, maka ia pun masuk ke dalam surga." (HR. Ahmad)


2. Bersumpah dengan nama selain Allah
    Akhir-akhir ini semakin marak muslim yang bersumpah selain Allah,
"demi Ibu, demi Ayah, demi anak-anakku, dll"
Padahal bersumpah dengahn nama selain Allah atau dengan sifat yang tidak termasuk dalam sifat-sifat-Nya (cth: Ar-Rahman, Ar-Rahiim, dll) adalah perbuatan syirik. karenanya, Rasulullah saw bersabda:
"Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian. Barang siapa yang bersumpah maka hendaknya dia bersumpah dengan nama Allah atau diam."
"Barang siapa yangmengatakan,'Demi Lata dan Uzza', maka hendaklah dia mengucapkan, 'La ilaha illallah'."


3.Tasya'um
Salah satu adat syirik orang-orang jahiliyah adalah tasya'um (Menganggap sesuatu sebagai penyebab kesialan) dengan bilangan tertentu atau dengan bulan tertentu. Ini jelas tidak boleh dilakukan. Perbuatan ini termasuk adat kebiasaan orang syirik yang dihapus dan ditentang oleh Islam. Ada banyak dalil yang dengan sangat jelas mengharamkan hal tersebut dan menyatakan perbuatan ini adalah syirik dan sama sekali tidak memiliki pengaruh dalam menarik manfaat atau menolak bahaya selain Allah swt.
Allah swt berfirman:
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, MAka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaika itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yunus:107)


"Seandainya semua umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan meberikan manfaat ...kepadamu selain apa yang telah ditulis Allah untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakan engkau maka mreeka tidak akan mencelakakan engkau, kecuali apa yang telah ditetapkan Allah atasmu. (Karena) pena2 telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering"
(HR Ibnu Abbas ra)


Salah satu contoh kongkret tasya'um zaman jahiliyah adalah ketika mereka me-tasya'um-kan bulan syawal dalam hal pernikahan. Mereka menganggap jika pernikahan dilaksanakan pada bulan tersebut maka keluarga itu akan tertimpa musibah dari kecelakaan hingga kematian. Na'udzubillah..
Padahal Aisyah ra pernah berkata:
"Rasulullah saw menikahiku pada bulan Syawal, lalu siapakah yang paling beruntung daripada aku?"


Demikian halnya dengan yang dilakukan oleh para peramal bintang (zodiak) yang mebagi-bagi waktu menjadi sial dan celaka, serta waktu bahagia dan senang.
iIbnu Qayyim ra mengatakan bahwa al-Thathayyur adalah jenis tasy'um (menganggap sial) terhadap sesuatu yang terlihat atau terdengar. maka apabila seseorang menggunakannya sehingga berangkat dan perginya tergantung pada tasy'um ini, maka sesungguhnya dia telah mengetuk bahkan memasuki pintu kesyirikan. dia juga telah berlepas diri dari sikap tawakal kepada Allah swt, dan telah membuka bagi dirinya ketakutan danketergantungan kepada selain Allah swt.
Perbuatan Thathayyur ini juga telah melanggar :
"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong." (QS. Al-Fatihah:4)
"Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya lah aku kembali." (QS. Asy-Syura:10)

Jadi, saudaraku seiman, hindarilah hal-hal kecil yang sering dilakukan oleh umat muslim di atas. Meskipun hal itu adalah hal yang kecil namun merupakan pintu kemusyrikan.
Bergantung dan memintalah pertolongan hanya pada Allah swt semata, karena segala sesuatu di dunia ini hanya terjadi atas kehendak-Nya.
Wallahu'alam bishowab